Fakta Tersembunyi di Balik Warna Kain Penutup Jenazah Di Masjidil Haram: Mengapa Ada yang Cokelat, Hitam, dan Kuning?

08 January 2026 08:00
Fakta Tersembunyi di Balik Warna Kain Penutup Jenazah Di Masjidil Haram: Mengapa Ada yang Cokelat, Hitam, dan Kuning?

Kenali 6 warna kain penutup jenazah di Masjidil Haram. Chatour Travel mengungkap fakta di balik kode warna cokelat, hitam, hingga kuning yang sering disalahartikan.

Chatour Travel, Makkah – Prosesi shalat jenazah di Masjidil Haram senantiasa menjadi momen paling emosional bagi jutaan jemaah dari seluruh dunia. Namun, di balik kekhidmatan tersebut, tersimpan sebuah sistem administratif yang sangat efisien dan jarang dipahami oleh publik: penggunaan kode warna pada kain penutup jenazah.

Banyak jemaah sering berspekulasi bahwa perbedaan warna kain penutup (sampiran) menunjukkan kasta atau derajat sosial almarhum. Guna meluruskan kesalahpahaman tersebut, Chatour Travel, sebagai biro perjalanan ibadah umrah dan haji yang mengedepankan aspek edukasi, membedah fakta teknis di balik protokol di Tanah Suci ini.

Bukan Simbol Kasta, Melainkan Manajemen Logistik

Dalam dunia manajemen kerumunan (crowd management), Masjidil Haram menghadapi tantangan unik dalam menangani ratusan jenazah setiap harinya. Penggunaan warna kain penutup murni dilakukan untuk tujuan manajemen logistik dan kecepatan identifikasi petugas (Asykar) di lapangan.

"Kami sering mendapati jemaah bertanya-tanya tentang hal ini. Sangat penting bagi jemaah untuk memahami bahwa warna kain tersebut hanyalah alat bantu administratif duniawi agar tidak terjadi kekeliruan saat proses serah terima jenazah kepada keluarga atau pihak pemakaman," ungkap Tim Chatour Travel.

Protokol 6 Kode Warna Jenazah

Berdasarkan data operasional otoritas terkait di Makkah, berikut adalah klasifikasi kode warna yang digunakan:

  1. Cokelat: Ditujukan bagi jenazah Laki-laki Dewasa.
  2. Hitam: Ditujukan bagi jenazah Wanita Dewasa.
  3. Putih: Kode khusus bagi mereka yang wafat dalam kondisi Ihram (sedang melaksanakan manasik haji atau umrah).
  4. Hijau: Digunakan khusus untuk jenazah Anak-anak.
  5. Biru: Penanda bagi jenazah yang dipindahkan secara kolektif dari Rumah Sakit.
  6. Kuning: Digunakan sebagai penghormatan bagi Tokoh Masyarakat, Ulama, atau Pemimpin wilayah.

Foto: Dok. Chatour Travel

Satu hal yang ditegaskan oleh para ulama dan praktisi umrah adalah bahwa kain berwarna ini hanya sampiran luar. Secara syariat, seluruh jenazah tetap dibungkus kain kafan berwarna putih tanpa jahitan, melambangkan kesetaraan mutlak manusia di hadapan Allah SWT.

Memilih mitra perjalanan ibadah bukan sekadar mencari fasilitas hotel dan transportasi. Chatour Travel berkomitmen memberikan nilai tambah berupa pendalaman materi manasik dan pemahaman sosiokultural di Tanah Suci.

Dengan pendampingan mutawif dan tour leader yang berpengalaman, jemaah Chatour Travel tidak hanya diajak untuk menjalankan rukun ibadah, tetapi juga memahami setiap detail protokoler di Masjidil Haram, termasuk prosesi pemulasaraan jenazah. Hal ini diharapkan dapat memberikan ketenangan batin dan kekhusyukan yang lebih mendalam bagi jemaah.

Kejelasan informasi mengenai sistem manajemen jenazah ini menjadi bukti bahwa Islam mengatur segala sesuatunya dengan rapi dan terorganisir, bahkan hingga urusan terakhir manusia di bumi. Bagi jemaah yang ingin merasakan pengalaman ibadah yang profesional dan edukatif, Chatour Travel menjadi pilihan utama menuju Tanah Suci.

Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: RedaksI CHA

Chat kami melalui WhatsApp

CS Chatour Official 082224332700
Mulai Chat