SIDOARJO– Melangkah ke luar negeri untuk pertama kalinya, terlebih untuk menunaikan ibadah suci, kerap menimbulkan kecemasan tersendiri bagi sebagian calon tamu Allah. Menyadari dinamika kebingungan tersebut, Chatour Travel secara konsisten menghadirkan pendekatan pelayanan yang humanis dan edukatif sejak di bandara keberangkatan. Hal ini tergambar jelas pada pemberangkatan 36 jamaah umroh program 12 hari yang dilaksanakan pada tanggal 3 September 2026.
Perjalanan spiritual ini dioptimalkan dengan rute penerbangan spesial menggunakan maskapai Lion Air yang terbang langsung dari Surabaya menuju Madinah (SUB-MED). Rombongan ini berada di bawah pengawalan penuh Tour Leader berpengalaman, Ustadzah Dila. Dalam sambutannya di titik kumpul, Ustadzah Dila menyapa jamaah dengan gaya yang hangat dan memimpin doa bersama agar seluruh ibadah yang dikerjakan di Tanah Suci kelak diterima oleh Allah SWT dan menjadi umroh yang mabrur.
Sorotan utama pada fase handling bandara kali ini adalah sesi briefing pemantapan yang dipimpin langsung oleh Kepala Handling Chatour Travel, Bapak Sujik Yulianto, M.T. Bapak Sujik memberikan pengarahan dengan gaya komunikasi yang sangat merakyat, santai, dan solutif. Beliau menyadari betul bahwa banyak jamaah, khususnya kalangan lanjut usia, yang baru pertama kali melakukan perjalanan udara internasional sehingga awam dengan istilah-istilah penerbangan.
Dok. Bapak Sujik (Kepala Handling Djuanda) briefing Jamaah sebelum keberangkatan di Lounge Terminal
Demi memastikan informasi tersampaikan dan operasional bandara berjalan lancar, Bapak Sujik tak segan menerjemahkan istilah asing ke dalam bahasa lokal yang akrab di telinga jamaah. Saat mendistribusikan dokumen penting, ia menjelaskan fungsi boarding pass dengan padanan kata yang sangat mudah dicerna. "Lek gak paham boarding pass sing sepuh-sepuh, tiket nggih," ujar Bapak Sujik di hadapan para jamaah.
Untuk memastikan seluruh jamaah benar-benar paham atas dokumen yang mereka pegang, Bapak Sujik bahkan kembali menyederhanakan bahasanya. "Sing gak paham maneh tiket nopo? Karcis," tambahnya, yang secara efektif menghapus kebingungan dan mencairkan ketegangan jamaah.
Pendekatan komunikasi yang sederhana dan membumi ini merupakan solusi jitu sekaligus bentuk nyata komitmen Chatour Travel dalam melayani umat. Memberikan edukasi bahasa lokal bukan sekadar kelakar, melainkan instrumen penting untuk menghapus kecemasan administratif. Hasilnya, jamaah merasa lebih dihargai, dilindungi, dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat harus melewati proses pemeriksaan imigrasi hingga masuk ke dalam kabin pesawat.
Melalui sinergi antara efisiensi rute penerbangan, bimbingan Tour Leader yang menyejukkan, serta manajemen handling bandara yang mengayomi, Chatour Travel memastikan bahwa setiap langkah jamaah menuju Baitullah senantiasa diliputi rasa aman dan nyaman.

Dok. Seluruh jamaah keberangkatan 03/09/2026 di Bandara Internasional Djuanda, Surabaya
Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.
Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: Redaksi CHA