Izin Resmi Kemenag RI PPIU: No. 81202142726030005 | PIHK: No. 81202142726030006

Tak Pernah Terlewat, Mengapa Ziarah Jabal Uhud Selalu Jadi Agenda Wajib Chatour Travel?

13 October 2026 20:40
Tak Pernah Terlewat, Mengapa Ziarah Jabal Uhud Selalu Jadi Agenda Wajib Chatour Travel?

Madinah, Chatour Travel– Dalam setiap rangkaian perjalanan ibadah umroh, ziarah (city tour) di Kota Madinah selalu menjadi agenda yang sangat dinantikan. Salah satu destinasi yang pantang dilewatkan oleh para jamaah adalah Jabal Uhud. Tidak sekedar gundukan bebatuan, gunung ini menyimpan jejak sejarah peradaban Islam yang begitu mendalam.

Secara etimologis, kata Jabal berarti gunung, sedangkan Uhud memiliki arti menyendiri. Penamaan ini sangat merepresentasikan wujud fisiknya. Terletak sekitar 5 kilometer dari Masjid Nabawi, Gunung Uhud berdiri kokoh menyendiri tanpa ada jajaran pegunungan lain yang membentang atau menyambung di sisi-sisinya. Keunikan bentang alam ini membedakannya dari gunung-gunung lain yang berada di kawasan Makkah maupun Madinah.

Sejarah Jabal Uhud menjadi Lokasi Perang

Lebih dari sekadar fenomena alam, kemuliaan Jabal Uhud terletak pada nilai historisnya. Gunung ini merupakan saksi bisu terjadinya Perang Uhud pada tahun 625 Masehi. Perang ini pecah sebagai bentuk balas dendam kaum Kafir Quraisy atas kekalahan pahit yang mereka alami dalam Perang Badar setahun sebelumnya (624 Masehi).

Kala itu, pertempuran berlangsung tidak seimbang. Pasukan Muslim yang berjumlah sekitar 700 orang, dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, harus menghadapi 3.000 pasukan Kafir Quraisy. Pasukan musuh dipimpin oleh Abu Sufyan dan panglima perang tak terkalahkan, yakni Khalid bin Walid yang saat itu belum memeluk agama Islam.

Menghadapi jumlah musuh yang masif, Rasulullah menerapkan strategi brilian. Beliau menempatkan pasukan pemanah ahli di atas bukit (Jabal Rumat) yang berada di belakang gunung guna melindungi pasukan infanteri Muslim yang maju di garis depan. Di sisi lain, Khalid bin Walid menyusun siasat licik dengan berpura-pura kalah dan meninggalkan ghanimah. Ghanimah adalah senjata atau harta rampasan perang yang menjadi tanda kemenangan bagi pihak yang berhak mengambilnya.

Taktik jebakan tersebut membuahkan hasil. Saat pasukan Quraisy meletakkan ghanimah dan berpura-pura mati atau melarikan diri, pasukan pemanah Muslim di atas bukit terkecoh. Tergoda oleh harta rampasan, mereka turun dan meninggalkan pos pertahanan, melanggar instruksi tegas dari Rasulullah. Memanfaatkan celah fatal ini, pasukan kuda Khalid bin Walid seketika berbalik dan melancarkan serangan balasan yang mematikan.

Makna Ziarah ke Makam Syuhada Uhud

Kelalaian tersebut berujung pada kekalahan kaum Muslimin. Rasulullah SAW terluka parah dalam pertempuran tersebut, dan umat Islam harus kehilangan 70 sahabat Rasulullah terbaik yang gugur sebagai syuhada.

Atas dasar sejarah perjuangan dan pengorbanan yang begitu besar inilah, umat Muslim yang datang ke Madinah sangat dianjurkan untuk berziarah ke kawasan Jabal Uhud. Di kaki gunung ini, terdapat kompleks pemakaman para syuhada Uhud yang gugur demi mempertahankan tauhid.

Menyadari besarnya nilai spiritual dan edukasi sejarah di tempat ini, Chatour Travel selalu menjadikan Jabal Uhud sebagai destinasi ziarah wajib dalam setiap paket umrohnya. Bersama para Muthawwif berpengalaman, jamaah akan diajak bertafakur, mengambil hikmah dari sejarah ketaatan, serta mendoakan para pahlawan Islam langsung di tempat mereka disemayamkan.

Rencanakan perjalanan ibadah yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual bersama biro travel umroh resmi terpercaya. Kunjungi kantor pusat Chatour Travel di Green Garden Icon Mall A2 No. 1-2 Gresik, atau akses informasi lengkapnya melalui portal www.chatourtravel.id.

Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.

Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: Redaksi CHA

     

Chat kami melalui WhatsApp

CS Chatour Official 0822 2433 2700
Mulai Chat