Izin Resmi Kemenag RI PPIU: No. 81202142726030005 | PIHK: No. 81202142726030006

Siap Umroh Tapi Datang Bulan ?

02 October 2026 15:23
Siap Umroh Tapi Datang Bulan ?

Gresik, Chatour Travel– Menjalankan ibadah umroh ke Tanah Suci Makkah Al-Mukarromah merupakan impian spiritual setiap muslimah. Tetapi, dinamika biologis seperti datang bulan atau haid sering kali menjadi kekhawatiran tersendiri bagi jamaah perempuan. Tidak sedikit jamaah yang merasa ragu apakah ibadah umroh mereka tetap dapat dilanjutkan ketika menstruasi datang di tengah perjalanan.

Para ulama dan ahli fikih menegaskan bahwa jamaah perempuan yang sedang haid tetap dapat melanjutkan rangkaian perjalanan ibadahnya. Islam memberikan keringanan serta aturan yang jelas agar hak-hak spiritual jamaah perempuan tetap terjaga tanpa melanggar ketentuan syariat.

Hukum Thawaf di Masjidil Haram

Dalam rangkaian ibadah umroh, Thawaf yakni mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali di area dalam Masjidil Haram merupakan satu-satunya prosesi yang mensyaratkan kesucian dari hadas besar dan hadas kecil. Oleh karena itu, jamaah perempuan yang berada dalam kondisi haid dilarang melaksanakan Thawaf sampai dirinya benar-benar suci dan telah melakukan mandi wajib.

Sementara itu, seluruh amalan umroh dan kegiatan ibadah lainnya tetap diperbolehkan. Jamaah perempuan yang sedang haid tetap sah berniat ihram dari Miqot, memperbanyak amalan dzikir, membaca shalawat, memanjatkan doa, serta mendatangi tempat-tempat bersejarah di Makkah dan Madinah.

Tidak dilaksanakannya Thawaf saat haid bukanlah bentuk kekalahan atau halangan ibadah, melainkan sebuah bentuk ketaatan mutlak kepada perintah Allah SWT. Bersabar dan ikhlas menerima kondisi medis tersebut justru mendatangkan nilai pahala tersendiri di hadapan Allah SWT.

Strategi Penanganan dan Pendampingan Ibadah

Secara teknis, terdapat beberapa langkah penanganan yang dapat dilakukan oleh jamaah perempuan agar ibadah umroh tetap terselenggara dengan sempurna:

  1. Penyesuaian Waktu (Menunggu Masa Suci): Apabila durasi kepulangan masih cukup panjang, jamaah cukup menunggu hingga darah haid berhenti total, kemudian melakukan mandi wajib untuk menyelesaikan Miqot, Thawaf, Sa'i, dan Tahallul.
  2. Konsultasi Medis Sebelum Keberangkatan: Jamaah diperbolehkan mengonsumsi obat penunda haid atas rekomendasi dokter medis agar siklus menstruasi dapat disesuaikan selama berada di Tanah Suci.
  3. Pendampingan Pembimbing Ibadah: Kehadiran pembimbing ibadah perempuan (muthawwifah) atau Tour Leader sangat penting untuk mengarahkan tata cara bersuci dan penyesuaian jadwal ibadah secara tepat.

Chatour Travel berkomitmen memberikan pendampingan manasik secara menyeluruh, termasuk edukasi penanganan haid bagi jamaah perempuan. Dengan pemahaman fikih yang tepat dan pengawalan pembimbing berpengalaman, jamaah dapat menjalankan ibadah umroh dengan tenang dan khusyuk.

 

Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.

Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: Redaksi CHA

     

Chat kami melalui WhatsApp

CS Chatour Official 0822 2433 2700
Mulai Chat