Madinah, Chatour Travel– Perjalanan ibadah umroh program Spesial Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Chatour Travel keberangkatan 24 Oktober 2026 menyisipkan momen refleksi spiritual mendalam. Perjalanan darat menempuh jarak ratusan kilometer dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, menuju Kota Madinah Al-Munawwarah dimaknai sebagai perjalanan batin dalam memupuk kerinduan kepada Rasulullah SAW.
Spiritual Motivator Nasional sekaligus Pembimbing Umrah Chatour Travel, Dr. Nasrul Syarif, M.Si., menegaskan bahwa perjalanan menuju Masjid Nabawi bukan sekadar mobilisasi fisik melintasi hamparan gurun pasir Arab Saudi. Menurutnya, momen tersebut merupakan momentum berharga untuk memperbarui keimanan, menata niat, serta menghidupkan kembali teladan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Memaknai Kerinduan dan Nilai Kesantrian di Tanah Suci
Ustadz Nasrul Syarif menyampaikan bahwa rasa haru dan kerinduan yang dirasakan jamaah saat mendekati Kota Madinah harus menjadi energi positif untuk melakukan transformasi akhlak.
"Kerinduan itu tumbuh karena Rasulullah SAW adalah pembawa risalah yang membimbing manusia mengenal Tuhannya, memuliakan orang tua, menyayangi yang lemah, serta berlaku adil," ungkap Ustadz Nasrul Syarif dalam catatan refleksinya.
Beliau menambahkan, momentum Hari Santri Nasional yang diusung dalam program umroh kali ini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kota Madinah. Kota suci ini mengajarkan nilai-nilai persaudaraan luhur antara kaum Muhajirin dan Ansar. Semangat kesantrian seperti kerendahan hati, penghormatan terhadap adab, serta kesediaan berbagi seharusnya dihidupkan oleh para jamaah, baik saat beribadah di Tanah Suci maupun sekembalinya ke tanah air.

Tour Leader sebagai Khadim dan Pelayan Jamaah
Dalam catatan perjalanannya, Ustadz Nasrul Syarif juga menggarisbawahi pentingnya peran Tour Leader dan tim pendamping ibadah. Menurutnya, pembimbing umroh tidak hanya bertugas mengatur skenario logistik dan koordinasi perjalanan, tetapi juga berfungsi sebagai pelayan (khadim) bagi para tamu Allah.
Melayani rombongan dengan latar belakang usia dan kondisi fisik yang beragam membutuhkan tingkat kesabaran serta kepekaan emosional yang tinggi. Pendampingan yang ramah, santun, dan responsif terhadap jamaah lansia menjadi wujud nyata dari peneladanan akhlak Rasulullah SAW dalam aspek pelayanan.
Membawa Pulang Perubahan Batin
Menutup refleksinya, Ustadz Nasrul Syarif mengingatkan bahwa pilar utama dari kemabruran umroh terletak pada perubahan perilaku menjadi lebih baik. Menyiapkan fisik dan dokumen memang krusial, namun menyiapkan kebersihan hati jauh lebih utama.
Melalui pendampingan spiritual dari Chatour Travel, seluruh jamaah program Hari Santri Nasional 2026 diharapkan dapat menjalankan ibadah di Masjid Nabawi secara khusyuk, menjaga adab ziarah, serta kembali ke Indonesia membawa ketakwaan dan kelembutan akhlak yang menginspirasi lingkungan sekitar.
Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.
Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: Redaksi CHA