Madinah, Chatour Travel– Tidak hanya memastikan kenyamanan logistik dan akomodasi, pendampingan spiritual secara intensif terus diberikan oleh tim pendamping Chatour Travel kepada jamaah umroh program Spesial Hari Santri Nasional keberangkatan 21 Oktober 2026.
Melalui saluran komunikasi digital grup WhatsApp jamaah, Tour Leader Chatour Travel, Ustadz Aris Imawan, membagikan pesan edukasi sekaligus ajakan ibadah malam (qiyamullail) di Masjid Nabawi, Madinah. Langkah ini dilakukan untuk memandu jamaah agar dapat mengoptimalkan setiap momen berharga selama berada di Kota Suci.
Realisasikan Semangat "Fastabiqul Khoirot"
Dalam pesan pembinaannya, Ustadz Aris mengajak para jamaah untuk berlomba-lomba menggapai kebaikan dan keridhaan Allah SWT melalui ibadah di masjid Rasulullah SAW.
"Abah, umik, sahabat Chatour, monggo fastabiqul khoirot berlomba-lomba menggapai kebaikan dan ridho Allah dengan qiyamullail di masjid Rasulillah," tutur Ustadz Aris dalam pesannya kepada jamaah.
Beliau juga menyisipkan doa agar seluruh peserta program 16 hari ini dianugerahi ketakwaan dan keteguhan hajat. "Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai hamba yang bertakwa dan bersyukur, serta apapun yang menjadi hajat kita semua, yakinlah Allah akan mengabulkan. Amin," lanjutnya.

Pentingnya Memahami Perbedaan Dua Azan Subuh
Selain ajakan ibadah, Ustadz Aris memberikan pembekalan fikih praktis terkait tata cara peribadatan di Dua Kota Suci (Makkah dan Madinah). Salah satu poin edukasi penting yang disampaikan adalah pemahaman mengenai dikumandangkannya azan Subuh sebanyak dua kali di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram.
Edukasi ini dinilai krusial agar jamaah, khususnya yang baru pertama kali menunaikan ibadah umroh, tidak keliru menentukan waktu shalat maupun batas sahur. Ustadz Aris merincikan dua perbedaan utama azan tersebut:
- Azan Pertama (Panggilan Tahajud dan Sahur): Dikumandangkan sekitar satu jam sebelum fajar terbit atau di akhir sepertiga malam. Berdasarkan sejarahnya, praktik ini merujuk pada azan yang dikumandangkan oleh sahabat Bilal bin Rabah RA. Bertujuan untuk membangunkan jamaah agar melaksanakan shalat Tahajud, makan sahur bagi yang hendak berpuasa sunnah, serta melakukan persiapan diri menuju masjid. Azan ini tidak memuat lafaz tambahan khusus.
- Azan Kedua (Penanda Masuk Waktu Subuh Resmi): Dikumandangkan ketika fajar shadiq telah terbit sebagai tanda resmi dimulainya waktu shalat Subuh dan dimulainya batas larangan makan dan minum bagi yang berpuasa. Ciri khas azan kedua ini—yang secara sejarah dikumandangkan oleh sahabat Ibnu Ummi Maktum—memuat kalimat penegas "Asshalâtu khairum minan naum" (Shalat itu lebih baik daripada tidur).
Pola pendampingan edukatif yang responsif dan berkelanjutan ini menjadi komitmen Chatour Travel dalam mengawal kualitas ibadah para tamu Allah. Melalui pemahaman fikih yang tepat, seluruh jamaah diharapkan dapat menjalankan peribadatan di Tanah Suci dengan tenang, khusyuk, dan sesuai petunjuk syariat.
Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.
Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: Redaksi CHA