Izin Resmi Kemenag RI PPIU: No. 81202142726030005 | PIHK: No. 81202142726030006

Dari Hasil Jualan Sayur Keliling hingga Ka'bah: Kisah Bu Nur Hasanah dan Suami Wujudkan Impian Umroh

06 October 2026 16:49
Dari Hasil Jualan Sayur Keliling hingga Ka'bah: Kisah Bu Nur Hasanah dan Suami Wujudkan Impian Umroh

Pasuruan, Chatour Travel– Ketulusan niat dan konsistensi usaha kembali membuktikan bahwa panggilan menuju Baitullah tidak mengenal batas profesi maupun masa lalu seseorang. Hal inilah yang dibuktikan oleh Ibu Nur Hasanah, seorang pedagang sayur keliling asal Pasuruan, Jawa Timur, yang sukses menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci bersama sang suami, Bapak Lukman, melalui Chatour Travel.

Pasangan suami istri tersebut resmi diberangkatkan dalam program paket umroh 16 hari pada 15 Oktober 2025. Perjalanan ibadah ini menjadi buah manis dari perjuangan bertahun-tahun Ibu Nur yang secara telaten menyisihkan rezeki harian dari hasil jualan sayur keliling.

Awal mula impian tersebut dari hubungan ketetanggaan antara Ibu Nur dan Bu Diah seorang agen resmi Pasuruan Chatour Travel. Setiap kali Bu Diah membeli sayur, Ibu Nur kerap menolak menerima pembayaran tunai secara langsung. Ia memilih mengalokasikan uang belanja tersebut sebagai cicilan tabungan umroh yang dikumpulkan secara bertahap melalui Bu Diah.

Keinginan Ibu Nur yang semula hanya sebatas menitipkan doa setiap kali agen Chatour Travel tersebut berangkat ke Tanah Suci, akhirnya bertransformasi menjadi langkah nyata. Berkat dorongan serta arahan mengenai skema menabung umroh yang ringkas dan terencana, niat suci untuk bersujud langsung di depan Ka'bah berhasil diwujudkan.


Dokumentasi Bu Nur Hasanah & Pak Lukman di Jabal Magnet, Madinah

Kisah Bapak Lukman dan Momen Dihadapan Ka'bah

Keberangkatan ini juga menjadi momentum pertaubatan dan penguatan batin yang mendalam bagi sang suami, Pak Lukman. Sebelum berangkat, Pak Lukman sempat diselimuti keraguan akibat bayang-bayang masa lalunya. Pada tahun 2020 lalu, ia pernah menjalani proses hukum dan masa penahanan selama satu bulan akibat kasus jual beli sepeda motor.

Rasa canggung sempat dirasakan Pak Lukman saat menjalankan ibadah tawaf di Masjidil Haram, di mana bahu dan tangannya yang memiliki tatanan tato terlihat ketika mengenakan kain ihram. Namun, kekhawatiran tersebut perlahan luluh di tengah suasana kehangatan dan kesetaraan antarumat muslim di Tanah Suci. Tidak ada pandangan diskriminatif dari para jamaah dunia yang berkumpul di Baitullah.

Pengalaman diterima tanpa dihakimi tersebut memberikan ketenangan spiritual tersendiri bagi Pak Lukman, sekaligus memantapkan tekadnya untuk melangkah menjadi pribadi yang lebih baik sekembalinya ke Tanah Air.

Kisah Ibu Nur Hasanah dan Bapak Lukman menegaskan komitmen Chatour Travel untuk senantiasa mendampingi dan memfasilitasi setiap ikhtiar masyarakat dari berbagai lapisan untuk menunaikan ibadah umroh secara aman, nyaman, dan berkesan. Layanan informasi dan pendaftaran program umroh resmi dapat diakses melalui portal www.chatourtravel.id.

Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.

Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: Redaksi CHA

     

Chat kami melalui WhatsApp

CS Chatour Official 0822 2433 2700
Mulai Chat