Madinah, Chatour Travel– Setelah merampungkan seluruh rangkaian kegiatan ibadah dan ziarah di Kota Madinah Al-Munawwarah, rombongan jamaah umroh Milad ke-18 Chatour Travel keberangkatan 8 Agustus 2026 kini bersiap memasuki fase puncak spiritual. Tepat pada hari ini, Senin (17/8/2026), rombongan secara resmi bertolak menuju Makkah Al-Mukarramah untuk melaksanakan ibadah umroh utama.
Guna memastikan kenyamanan fisik dan efisiensi waktu perjalanan, Chatour Travel memfasilitasi jamaah dengan moda transportasi modern yang sangat diminati saat ini, yakni Kereta Cepat Haramain (Haramain High-Speed Railway).
Persiapan Matang: Fisik Prima dan Pemantapan Manasik
Mengingat prosesi umroh membutuhkan ketahanan stamina yang prima, jajaran Tour Leader (TL) dan Muthawif Chatour Travel telah merancang jadwal pergerakan yang sangat terstruktur dan detail. Sejak sore hari sebelumnya, para jamaah telah dikumpulkan untuk mengikuti pemantapan manasik ulang guna menyegarkan kembali ingatan terkait tata cara umroh.
Perhatian terhadap kondisi kesehatan juga menjadi prioritas. Tim pendamping secara proaktif membuka layanan terpusat penyediaan obat-obatan dan pembagian multivitamin di salah satu kamar hotel agar kebugaran jamaah tetap terjaga maksimal.
Manajemen Logistik dan Tata Cara Ihram

Dok. Jamaah Melaksanakan ziarah Wada' di Masjid Nabawi
Proses perpindahan (check-out) ke Makkah diatur dengan kedisiplinan dan presisi tinggi. Sejak pukul 03.00 hingga 06.00 waktu setempat, jamaah telah mengondisikan koper besar dan kecil mereka. Pengaturan bagasi dipisah secara sistematis; koper kabin yang dibawa ke dalam kereta tidak dicampur dengan koper besar di bagasi bus agar memudahkan mobilitas di stasiun.
Pada pagi harinya, jamaah diarahkan untuk bersiap memasuki keadaan ihram—sebuah status spiritual untuk menahan diri dari larangan-larangan duniawi dan berfokus pada Allah SWT. Persiapan dimulai dengan memotong kuku, mencukur, dan mandi ihram. Setelah mengenakan pakaian ihram—dua helai kain putih tanpa jahitan bagi laki-laki dan busana menutup aurat bagi perempuan—rombongan melaksanakan Ziarah Wada' sebagai salam perpisahan yang penuh haru kepada Rasulullah SAW.
Mengambil Miqat dan Kedisiplinan Waktu Kereta
Usai makan siang dan pengumpulan kunci kamar, jamaah bergerak secara serentak menuju Masjid Dzulhulaifah (Abyar Ali) untuk mengambil miqat. Di masjid bersejarah ini, jamaah menunaikan shalat jamak qashar Zuhur dan Ashar, shalat sunnah ihram, serta melafalkan niat umroh.
TL Chatour Travel juga memberikan pendampingan khusus bagi jamaah wanita yang sedang berhalangan (haid). Mereka tetap diwajibkan melafalkan niat umroh dan menjaga ketat larangan ihram, namun pelaksanaan thawaf, sa'i, dan tahalul akan ditunda hingga kondisi kembali suci di Makkah.
Tepat pukul 13.30 waktu setempat, rombongan dijadwalkan merapat ke Stasiun Kereta Cepat Madinah. Kedisiplinan waktu ditekankan secara penuh agar tidak tertinggal jadwal kereta. Jamaah menempati gerbong 11, 12, dan sebagian gerbong 13. Setibanya di Stasiun Makkah nanti, dua unit armada bus eksklusif Chatour Travel telah bersiaga menyambut dan langsung mengantarkan jamaah menuju hotel.
Pendampingan yang rapi dan menyeluruh ini menjadi bukti komitmen Chatour Travel dalam menghadirkan pengalaman beribadah yang menenangkan.
Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.
Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: Redaksi CHA