Izin Resmi Kemenag RI PPIU: No. 81202142726030005 | PIHK: No. 81202142726030006

Tempat Saya Bernaung Di Bawah Lindungan Ka’bah - Oleh Muhlis Adi Rangkul

10 August 2026 20:37
Tempat Saya Bernaung Di Bawah Lindungan Ka’bah - Oleh Muhlis Adi Rangkul

Bondowoso, Chatour Travel- Ada perjalanan yang selesai ketika kaki kembali menginjak tanah air. Namun ada pula perjalanan yang justru baru dimulai ketika seseorang meninggalkan tanah suci.

Bagi saya, perjalanan itu bermula pada tahun 2017. Saat itu, untuk ketiga kalinya saya berkesempatan menunaikan ibadah umroh. Saya berangkat bersama Chatour Travel.

Umroh ketiga itu meninggalkan kesan yang berbeda. Bukan hanya karena saya kembali menjadi tamu Allah, tetapi karena untuk pertama kalinya saya merasakan sebuah perjalanan ibadah yang lebih nyaman, lebih terarah, dengan pelayanan dan bimbingan yang menurut saya cukup baik.

Ada rasa yang tumbuh dari pengalaman itu. Rasa percaya.

Dan dari rasa percaya itulah, pada tahun 2018 saya mulai membawa dan mengajak jamaah untuk melaksanakan ibadah umroh bersama Chatour Travel.

Saya tidak sekadar membawa jamaah untuk bepergian ke Tanah Suci. Perlahan saya belajar bahwa membawa seseorang ke Baitullah bukanlah perkara perjalanan biasa. Di balik setiap koper yang dibawa, ada doa yang panjang. Ada orang tua yang ingin berziarah ke makam Rasulullah. Ada keluarga yang bertahun-tahun menabung. Ada hati yang rindu melihat Ka’bah untuk pertama kalinya..

Bagi saya, kepercayaan tidak lahir dalam sehari. Ia tumbuh dari kebersamaan, dari pengalaman, dari bagaimana seseorang diperlakukan dan bagaimana sebuah amanah dijalankan. Namun perjalanan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Pada tahun 2020, dunia seperti berhenti sejenak. Badai Covid-19 datang dan mengubah begitu banyak hal. Perjalanan umroh terhenti, pintu-pintu perjalanan menuju Tanah Suci tertutup, dan selama tahun 2020 hingga 2022 saya tidak lagi dapat mengajak maupun membersamai jamaah dalam perjalanan ibadah umroh.

Tiga tahun terasa panjang ketika kerinduan kepada Tanah Suci harus disimpan dalam-dalam. Barulah pada tahun 2023 saya kembali menginjakkan kaki di Tanah Suci bersama Chatour Travel. Kali itu saya hanya membersamai ibu angkat saya. Saya kira, perjalanan tersebut hanya akan menjadi perjalanan pribadi. Ternyata Allah sedang memperlihatkan sesuatu yang lain.

Setelah Indonesia melewati badai pandemi, saya melihat Chatour Travel telah tumbuh menjadi sesuatu yang berbeda. Sistem keuangannya semakin baik, wajah perusahaannya semakin berkembang, dan yang paling saya rasakan adalah kepercayaan masyarakat kepada Chatour Travel yang hari demi hari semakin meningkat.

Perubahan Besar yang Membuat Semakin Mantap

Ada perubahan yang tidak hanya terlihat dari luar, tetapi juga terasa dalam cara perusahaan membangun pelayanan. Dari situlah hati saya semakin mantap. Pada tahun 2024, saya memutuskan untuk menjadi bagian dari keluarga besar Chatour Travel. Bagi saya, Chatour Travel bukan sekadar tempat untuk bekerja atau sebuah nama dalam perjalanan bisnis. Ia adalah rumah.

Tempat saya bernaung.

Tempat saya belajar.

Tempat saya ditempa untuk memahami bagaimana seharusnya seorang pembimbing mendampingi jamaah, bagaimana melayani dengan hati, dan bagaimana menempatkan diri sebagai pelayan para tamu Allah dan Rasulullah. Sebab bagi saya, menjadi bagian dari perjalanan umroh seseorang adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah.

Kita tidak pernah tahu, mungkin di antara jamaah yang kita dampingi terdapat seseorang yang telah menunggu puluhan tahun untuk sampai di depan Ka’bah. Mungkin ada seorang ibu yang sepanjang hidupnya hanya bisa melihat Ka’bah melalui layar televisi. Mungkin ada seorang ayah yang menabung sedikit demi sedikit, menyisihkan sebagian rezekinya agar suatu hari dapat mengucapkan talbiyah di Tanah Suci.

Tembus Menjadi Kepercayaan

Karena itu, ketika pada tahun 2025 Chatour Travel memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi Tour Leader dan membersamai satu rombongan jamaah selama 16 hari, saya merasakan sesuatu yang sulit untuk dijelaskan hanya dengan kata-kata. Jamaah itu datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka membawa latar belakang yang berbeda, usia yang berbeda, cerita hidup yang berbeda.

Namun di Tanah Suci, semua seakan dipertemukan oleh satu kerinduan yang sama: memenuhi panggilan Allah. Saya teringat kembali pada tahun 2017. Saat itu saya hanyalah seorang jamaah yang merasakan nyaman dan baiknya pelayanan sebuah perjalanan umroh. Saya tidak pernah menyangka bahwa dari perjalanan sederhana itu, Allah akan membuka jalan yang begitu panjang.

Dan semoga, selama kaki masih diberi kekuatan untuk melangkah, saya tetap diberi kesempatan untuk menjadi bagian kecil dari perjalanan besar para tamu Allah menuju Baitullah.

Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.

Penulis: Muhlis Adi Rangkul
Editor: Redaksi CHA

     

Chat kami melalui WhatsApp

CS Chatour Official 0822 2433 2700
Mulai Chat