Thaif– Bagi jamaah yang sedang melaksanakan perjalanan ibadah umroh atau haji ke tanah suci, menyempatkan diri untuk melakukan ziarah ke luar kota Makkah merupakan salah satu agenda yang paling dinantikan. Salah satu destinasi ziarah bersejarah yang tidak pernah dilewatkan adalah Kota Thaif.
Terletak di sebelah tenggara Kota Makkah dengan jarak sekitar 75 kilometer atau dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam perjalanan, Thaif menawarkan lanskap alam yang sangat kontras dengan Makkah. Meskipun jazirah Arab identik dengan cuaca panas, Kota Thaif dikenal memiliki dataran tinggi yang sejuk, dikelilingi lembah hijau dan pegunungan berbatu yang subur sebagai penghasil buah-buahan seperti anggur, delima, serta perkebunan mawar yang harum.
Namun, lebih dari sekadar keindahan alamnya, daya tarik utama Kota Thaif terletak pada nilai sejarah Islam yang sangat mendalam dan menyentuh hati.
Sejarah Kelam dan Keteguhan Hati Rasulullah di Thaif
Tahun 619 Masehi atau tahun ke-10 kenabian dikenal dalam sejarah Islam sebagai Amul Huzni (Tahun Kesedihan). Pada masa itu, Rasulullah SAW diuji dengan wafatnya dua orang pelindung tercinta, yakni paman beliau Abu Thalib dan sang istri tercinta, Siti Khadijah. Kehilangan dua tokoh terpandang dan disegani di Makkah ini membuat kaum musyrik Quraisy semakin berani mengintimidasi dakwah Rasulullah SAW secara fisik maupun mental.
Untuk meneruskan risalah Islam, Rasulullah SAW bersama sahabat setianya, Zaid bin Haritsah, memutuskan berhijrah dakwah ke Kota Thaif menemui para pemimpin dari Bani Tsaqif. Namun, bukannya sambutan hangat yang didapat, Rasulullah justru menghadapi penolakan keras, ejekan, hingga dihasut untuk diusir oleh penduduk setempat.
Penduduk Thaif melempari Rasulullah dan Zaid bin Haritsah dengan batu tanpa henti hingga membuat Zaid terluka saat melindungi beliau, dan darah segar mengalir membasahi kaki Rasulullah SAW. Meski berada dalam kondisi lemah, luka, dan terusir, baginda Nabi Muhammad SAW tidak membalasnya dengan kebencian atau dendam. Beliau justru memanjatkan doa kesabaran yang masyhur, menyerahkan segalanya kepada Allah SWT sembari berharap ridho-Nya.
Kesabaran luar biasa tersebut berbuah manis ketika seorang budak Nasrani bernama Addas datang membawakan setangkai anggur dan akhirnya tersentuh hatinya untuk memeluk Islam setelah melihat keluhuran akhlak Rasulullah. Bahkan, ketika Malaikat Jibril menawarkan untuk menimpakan gunung demi menghancurkan penduduk Thaif yang zalim, Rasulullah dengan penuh kasih sayang menolaknya dan berdoa agar kelak dari keturunan mereka lahir orang-orang yang menyembah Allah. Doa tersebut menjadi nyata ketika pada tahun 8 Hijriyah, penduduk Thaif akhirnya berbondong-bondong memeluk Islam.
Mengapa Umat Muslim Dianjurkan Berziarah ke Thaif?

Dokumentasi Jamaah di Tour Kota Thaif
Bagi jamaah umroh, mengunjungi Kota Thaif bukan sekadar berwisata sejarah, melainkan sarana penting untuk mempertebal keimanan dengan beberapa alasan utama:
- Meneladani Kesabaran Rasulullah: Menyaksikan langsung jejak dakwah Nabi memberikan penghayatan mendalam mengenai perjuangan berat tegaknya agama Islam.
- Mengenal Titik-Titik Bersejarah: Jemaah biasanya diajak mengunjungi tempat-tempat penting seperti Masjid Addas, area perkebunan kurma tempat Rasul beristirahat, hingga peninggalan bersejarah lainnya.
- Melihat Keindahan Alam: Udaranya yang sejuk memberikan kenyamanan tersendiri bagi jamaah setelah lelah beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Nikmati Perjalanan Ziarah Aman Bersama Chatour Travel
Menjelajahi keindahan dan jejak sejarah Islam di Kota Thaif akan terasa semakin berkesan dan nyaman dengan pendampingan biro perjalanan yang berpengalaman. Sebagai salah satu travel umroh terpercaya, Chatour Travel senantiasa menghadirkan program perjalanan ibadah lengkap dengan agenda city tour dan ziarah bersejarah yang dipandu langsung oleh muthawif profesional.
Bagi Anda dan keluarga yang berencana mewujudkan impian menunaikan ibadah umroh sekaligus menapak tilas sejarah Islam secara aman dan terarah, percayakan perjalanan spiritual Anda bersama Chatour Travel.
Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.
Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: Redaksi CHA