Secara istilah fiqih, mahram merujuk pada orang-orang yang haram untuk dinikahi secara permanen, baik karena faktor hubungan darah (nasab), ikatan pernikahan (mushaharah), maupun hubungan persusuan (radha'ah). Contoh mahram bagi seorang wanita adalah ayah kandung, anak laki-laki, saudara kandung, dan paman.
Sebaliknya, muhrim merujuk pada status seseorang yang sedang berada dalam keadaan berihram untuk menunaikan ibadah umroh atau haji. Seseorang pria maupun wanita resmi berstatus muhrim begitu ia mengenakan pakaian ihram, mengucapkan niat di titik miqat, dan terikat oleh seluruh larangan ihram hingga prosesi tahallul selesai.
Penerapan Konsep Saat Melaksanakan Umroh
Pemahaman atas kedua istilah ini berimplikasi langsung pada pelaksanaan ibadah jamaah di Makkah dan Madinah:
1. Penerapan Konsep Mahram (Pendampingan & Etika Pergaulan)
Pengetahuan tentang mahram berkaitan dengan ketentuan pendampingan jamaah wanita. Kendati otoritas Arab Saudi kini memberikan kelonggaran aturan visa bagi jamaah wanita tanpa mahram dalam rombongan terpercaya (qufrah ma'munah), pemahaman mahram tetap penting. Hal ini menjadi acuan dalam penyusunan pembagian kamar hotel (rooming list) serta batasan aurat dan pergaulan antarjamaah yang bukan mahram selama perjalanan.

2. Penerapan Status Muhrim (Kepatuhan Larangan Ihram)
Ketika jamaah telah mengambil miqat dan berstatus sebagai muhrim, berlaku hukum ketat terkait larangan ihram. Jamaah pria yang berstatus muhrim dilarang mengenakan pakaian berjahit yang membentuk tubuh, menutup kepala, dan memakai wewangian. Sementara jamaah wanita yang berstatus muhrim dilarang menutup wajah (cadar) serta memakai sarung tangan. Seluruh muhrim juga dilarang memotong kuku, mencukur rambut, dan memetik tumbuhan di Tanah Haram hingga masa tahallul.
Melalui program bimbingan manasik yang terstruktur, Chatour Travel memastikan seluruh jamaah memahami detail fiqih ibadah secara utuh. Dengan pemahaman yang benar mengenai mahram dan muhrim, jamaah dapat menjalankan setiap rukun umroh dengan lebih tenang, tertib, dan sesuai kaidah syariat.
Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.
Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: Redaksi CHA