Izin Resmi Kemenag RI PPIU: No. 81202142726030005 | PIHK: No. 81202142726030006

Makna Kalimat Talbiyah: Dilantukan Ketika Melaksanakan Ibadah Umroh

17 October 2026 18:42
Makna Kalimat Talbiyah: Dilantukan Ketika Melaksanakan Ibadah Umroh

Mekkah, Chatour Travel– Gema kalimat Talbiyah senantiasa dilantunkan di Tanah Suci saat jutaan jamaah haji dan umroh melangkahkan kaki dalam balutan pakaian ihram. Kalimat “Labbaikallahumma labbaik…” bukan sekedar lafaz pendamping perjalanan, melainkan ikrar murni tentang tauhid serta pernyataan kepasrahan hamba kepada Sang Pencipta yang memiliki rekam sejarah panjang sejak zaman Nabi Ibrahim A.S.

Dalam sejarah penafsiran Islam, seruan Talbiyah pertama kali berkumandang ketika Nabi Ibrahim A.S. diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyeru seluruh umat manusia menunaikan ibadah haji. Secara spiritual, panggilan tersebut begitu dahsyat hingga diyakini mampu terdengar oleh seluruh makhluk hidup di alam semesta, mulai dari hewan, tumbuh-tumbuhan, hingga janin yang masih berada di dalam kandungan seorang ibu. Kalimat ini menjadi pondasi utama untuk menggemakan keesaan Allah SWT di atas bumi.

Kendati demikian, kesucian ikrar tauhid tersebut sempat diubah pada zaman Jahiliyyah. Kaum musyrik Quraisy mengubah redaksi asli Talbiyah guna menyisipkan sekutu dan berhala-berhala sembahan mereka. Pada masa itu, kaum Quraisy melantunkan kalimat: “Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika la Syarika Laka illa Syarikun Huwa Laka Tamlikuhu wa Ma Malaka” (Aku memenuhi panggilan-Mu, kecuali sekutu bagi-Mu yang Engkau miliki, Engkau menguasai sekutu itu dan segala apa yang dimilikinya).

Ketika era kenabian Rasulullah SAW tiba, Nabi Muhammad SAW secara tegas mengembalikan redaksi Talbiyah ke bentuk murni sebagaimana diajarkan oleh Nabi Ibrahim A.S. Langkah ini diambil untuk melindungi akidah umat Islam agar tidak terpengaruh oleh tradisi syirik kaum musyrik Quraisy. Redaksi yang terus dilestarikan hingga hari ini berbunyi:

“Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syarika lak”

Artinya: "Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu."

Melalui perantara Malaikat Jibril, Rasulullah SAW memerintahkan para jamaah untuk mengeraskan suara ketika mengumandangkan kalimat Talbiyah. Dalam pelaksanaan ibadah haji maupun umroh, kalimat sakral ini mulai dilantunkan secara terus-menerus sesaat setelah jamaah berniat dan mengenakan pakaian ihram di Miqat hingga memasuki tahapan ibadah selanjutnya.

Menghayati sejarah serta kedalaman makna kalimat Talbiyah menjadi bekal spiritual yang sangat krusial bagi setiap calon jamaah. Melalui pembekalan manasik terpadu, Chatour Travel senantiasa mendampingi para jamaah agar mampu mengumandangkan panggilan suci ini dengan pemahaman yang utuh, kekhusyukan batin, dan kesempurnaan tata cara ibadah di Tanah Suci.

Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.

Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: Redaksi CHA

     

Chat kami melalui WhatsApp

CS Chatour Official 0822 2433 2700
Mulai Chat