Kisah Penjual "Nasi Bebek Kuti" Gresik hingga Antar Putrinya Huffadz Tunanetra ke Tanah Suci Bersama Chatour Travel

11 February 2026 18:03
Kisah Penjual "Nasi Bebek Kuti" Gresik hingga Antar Putrinya Huffadz Tunanetra ke Tanah Suci Bersama Chatour Travel

Simak kisah haru Hadi Purwanto, penjual Nasi Bebek Kuti di Gresik yang berangkat umrah bersama putrinya, seorang hafizah tunanetra, melalui Chatour Travel !

Gresik, Chatour Travel – Ada keyakinan unik yang selalu digenggam erat oleh Pak Hadi Purwanto, seorang penjual nasi bebek sederhana dengan label "Bebek Kuti" di Manyar, Gresik. Baginya, aroma keberangkatan ke Tanah Suci itu bisa menular. Caranya? Dengan memuliakan para tetangganya yang hendak berangkat umrah melalui sepiring nasi bebek gratis.

"Beliau percaya, kalau sering menggratiskan dagangannya untuk orang yang mau ke Baitullah, maka rezekinya akan ketularan sampai ke sana juga," kenang salah satu staf Chatour Travel yang ditemui Pak Hadi di Kantor Chatour Travel.

Dan benar saja, doa di balik kepulan asap warung bebek itu akhirnya menembus langit. Meski perjalanannya tidak mulus.

Pada 19 Januari 2026, Pak Hadi datang ke kantor Chatour Travel bersama istrinya, Faidatun Hidayah, dan putri tercintanya, Fatinatus Salimah. Ada gurat kekecewaan di wajah mereka. Sebelumnya, keluarga kecil ini sempat terdaftar di  Sebuah Travel Umroh, namun mimpi mereka kandas karena gagal berangkat.

Pengantaran Perlengkapan Ibadah Umroh /Foto: Media Chatour

Namun, semangat Pak Hadi Purwanto tidak padam. Ia mencari Travel Umroh lain dengan satu permintaan: "Harus berangkat Februari ini." Akhirnya datanglah Pak Hadi Purwanto ke Knator Chatour Travel yang memiliki jadwal keberangkatan rutin setiap minggu, Chatour Travel menawarkan paket Umrah Syakban program 13 hari. Keberangkatan tanggal 11 Februari 2026. Keluarga pak Hadi Purwanto pun setuju dengan tanggal keberangkatan tersebut dan mereka tanpa ragu, di hari itu juga, Pak Hadi langsung melakukan deposit. Baginya, kepastian adalah segalanya.

Perjalanan ibadah umroh pertamanya ini adalah bentuk perjuangan pak Hadi untuk keluarganya, bisa mengantar istri dan putri tercintanya, Fatinatus Salimah ke Tanah suci Makkah Madinah. Fatin adalah sosok istimewa, meski dunianya gelap tanpa penglihatan (tunanetra), hatinya terang benderang oleh cahaya Al-Qur'an. Ia adalah seorang huffadz.

"Harapan beliau kepada kami sangat besar. Ada tanggung jawab moral yang luar biasa ketika mendengar cerita tentang putrinya yang penghafal Al-Qur'an ini. Kami harus memastikan ibadah pertama mereka ini berjalan sempurna," ungkap tim Chatour Travel.

Kisah Hadi Purwanto adalah pengingat bahwa Baitullah bukan milik mereka yang mampu secara materi saja, tapi mereka yang rindu dengan tulus. Dari sebuah warung nasi bebek di Gresik, Pak Hadi mengumpulkan receh demi receh, menyisipkan doa di setiap porsinya, hingga akhirnya undangan itu benar-benar tiba di depan pintu rumahnya.

Keberangkatan Jamaah Chatour Travel 11 Februari 2026 program 13 hari/Foto: Media Chatour

Kini, keluarga penjual nasi bebek itu tengah bersiap untuk berangkat menuju bandara Juanda untuk menuju tanah suci yang dijadwalkan akan berangkat pada hari ini 11 februari 2026. Tidak ada lagi keraguan, hanya ada rasa syukur yang selalu terucap. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik dan kesulutan yang dialaminya hanyalah ujian kecil sebelum mencium hajar aswad.

Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: RedaksI CHA

Chat kami melalui WhatsApp

CS Chatour Official 082224332700
Mulai Chat