Madinah, Chatour Travel– Mengakses Raudhah di Masjid Nabawi kini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi jamaah umroh dari seluruh dunia. Ketatnya sistem pendaftaran melalui aplikasi Nusuk serta batasan waktu berkunjung yang ketat kerap menjadi beban pikiran dan kekhawatiran tersendiri bagi para peziarah. Namun, kendala regulasi tersebut berhasil diatasi dengan baik oleh rombongan jamaah Umroh 30 Hari "Rasa Haji" Chatour Travel yang saat ini berada di Kota Madinah.
Rombongan yang bertolak dari Indonesia pada 21 September 2026 tersebut dijadwalkan berada di Madinah hingga 29 September 2026. Di tengah ketatnya pengawasan di area Masjid Nabawi, sebanyak 49 jamaah Chatour Travel justru mengukir pengalaman spiritual mendalam dengan berhasil memasuki area Raudhah berkali-kali.

Strategi dan Antusiasme Berburu Barokah di Raudhah
Tour Leader (TL) Umroh 30 Hari Chatour Travel, Ustadz Ali Mansur, mengungkapkan bahwa antusiasme jamaah untuk beribadah di Raudhah sangat tinggi. Selama sembilan malam di Madinah, para jamaah memanfaatkan berbagai jalur akses yang memungkinkan, mulai dari sistem pendaftaran aplikasi Nusuk, jalur sedekah, hingga strategi war halilintar.
"Jamaah kami sebanyak 49 orang bisa masuk Raudhah berkali-kali. Bahkan ada satu jamaah yang mampu masuk hingga sembilan kali dalam kurun waktu delapan hari di Madinah. Ini berkat antusiasme tinggi jamaah dalam berburu barokah serta pemanfaatan berbagai jalur yang ada secara tertib," ujar Ustadz Ali Mansur.
Selain akses masuk, durasi keberadaan jamaah di dalam Raudhah juga menjadi perhatian. Petugas keamanan Masjid Nabawi (Asykar) umumnya membatasi waktu kunjungan setiap jamaah maksimal 15 menit. Untuk menyiasati hal ini, tim pendamping Chatour Travel memberikan pembekalan (briefing) dan kiat khusus sebelum jamaah memasuki area suci tersebut.
Hal yang Wajib Dilakukan Ketika Sudah Masuk Raudha
Ustadz Ali Mansur menjelaskan, jamaah diimbau untuk langsung melakukan sujud syukur dan memperbanyak doa dalam posisi sujud setelah menunaikan salat sunnah dua rakaat. Posisi sujud ini menjadi kunci utama karena Asykar secara etika tidak akan mengganggu atau memindahkan jamaah yang sedang bersujud.
"Dengan metode ini, jamaah bisa bertahan lebih lama di Raudhah, rata-rata antara 15 hingga 25 menit. Bahkan ada jamaah yang berkesempatan menunaikan salat fardhu berjamaah seperti Zuhur, Asar, hingga Magrib langsung di dalam Raudhah. Seluruhnya dijalankan atas kesadaran sendiri dan tanpa paksaan," tambah Ustadz Ali Mansur.
Komitmen pengawalan intensif ini menjadi bukti nyata kesiapan Chatour Travel dalam memberikan pelayanan optimal bagi jamaah. Dengan pendampingan yang tepat, kekhawatiran terkait akses ibadah dapat teratasi sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah Arbain dan ziarah dengan khusyuk.
Chatour Travel Umrah Keluarga Bahagia, Haji Bersama yang Tercinta. Bersama Chatour, Pasti Berangkat.
Penulis: Tim Redaksi Chatour Travel
Editor: Redaksi CHA